Agama dan Ketangguhan ber-Sosial.

Seorang yang benar ber-iman, justru diharapkan ketangguhan dan meneladankannya dalam hidup bersosial, ber-masyarakat, mulai dari lingkungan terdekat. Bukan sebaliknya mengucilkan diri (sendiri atau berkelompok), memisahkan diri, menjadikan eksklusif dari pergaulan.

Seorang yang benar ber-iman, justru diharapkan ketangguhan dan meneladankannya dalam hidup bersosial, ber-masyarakat, mulai dari lingkungan terdekat. Bukan sebaliknya mengucilkan diri (sendiri atau berkelompok), memisahkan diri, menjadikan eksklusif dari pergaulan.

Iman dan Realita.

Apakah agama tidak mencakup dunia niaga dan karir? Ataukah dunia bisnis dan karir berada diluar liputan agama, karena tak sejalan dengan iman sedangkan keluasan kegiatan kerohanian dapat berjalan justru karena ditunjang sarana yang disediakan dunia bisnis dan ilmu pengetahuan?

Apakah agama tidak mencakup dunia niaga dan karir? Ataukah dunia bisnis dan karir berada diluar liputan agama, karena tak sejalan dengan iman sedangkan keluasan kegiatan kerohanian dapat berjalan justru karena ditunjang sarana yang disediakan dunia bisnis dan ilmu pengetahuan?