Dalam keseharian antar sesama selalu ada kemungkinan timbulnya perselisihan karena perbedaan pendapat, perbedaan prinsip, kesalah-pahaman, kecemburuan, merasa tak dihargai, dicurangi, yang menyebabkan kekecewaan, ketidak-puasan, menyulut kepada terjadinya pertengkaran.

Menahan rasa tidak puas, tidak baik bagi kesehatan, phisik juga mental.
Memendam kekecewaan, pada saat nya akan berakibat luapan emosi tak terkendali.
Jadi, tiada alasan untuk menghindari pertengkaran, hanya saja yang perlu menjadi perhatian adalah bagaimana cara bertengkar agar perselisihan tak meruncing dan berkembang menjadi permusuhan.
Pertengkaran bukan perkelahian.
Pertengkaran akan bermanfaat manakala kedua pihak bertujuan sama, mencari solusi mengatasi perselisihan, berbeda dengan perkelahian yang mencari pemenang. Karena itu, adalah baik memperhatikan beberapa hal dibawah ini;
1). Tentukan dahulu hasil apa yang diharapkan diri sendiri dari suatu pertengkaran.
2). Carilah waktu, keadaan yang baik, tenang, para pihak sehat, sebelum mengutarakan persoalan.
3). Tariklah napas, mulai lah berbicara dengan kata-kata yang baik, hindari nada tinggi. Jagalah selalu demikian.
4). Kemukakan fakta yang kita lihat, yang kita rasakan. Jangan mengada-ada, melebih-lebihkan ataupun mengandai-andai.
5). Bicaralah bergiliran, dengan saling menghargai. Persilahkan dan perlihatkan sikap bersedia mendengarkan segala yang dikemukakan lawan bicara, tanpa memotongnya.
6). Sikap rendah hati sangat membantu keadaan tenang damai, hindarkan membusung dada yang tidak perlu.
7). Hendaknya berpikiran terbuka dan jujur, siap untuk mendengar kalau-kalau kita lah yang berada dipihak yang bersalah.
Menganggap diri kita sendiri tidak mungkin bersalah, maka permasalahan sebenarnya ada pada diri kita.
8). Fokuslah pada inti persoalan. Jangan membawa persoalan lain untuk membela diri. Membawa persoalan lain, akan membuat argumen melebar tak keruan dan kehilangan arah.
9). Untuk mendapat solusi positip, jangan pernah menyerang karakter pribadi, seperti “Dasar memang anda….”
10). Hindarkan keadaan memanas. Kalau perlu istirahatkan argumentasi, atau hentikan untuk disambung pada kesempatan lain.
11). Jika lawan bicara pergi meninggalkan pembicaraan, biarkan saja, jangan mengejar nya. Mungkin ia memerlukan waktu untuk meresapkan, memahami isi perdebatan.
Tunggulah sebentar agar ia mengetahui bahwa kita siap untuk melanjutkan.
12). Apabila kita telah mencapai hal yang diharapkan, pastikan lawan bicara juga telah mencapai hal yang sama dan akhiri perdebatan dengan baik.
Dalam segala kegiatan sehari, pergesekan, perbedaan, perselisihan, sangat sulit untuk dihindarkan. Namun dengan pertukaran pendapat dan pandang, melalui pertengkaran yang baik, niscaya didapat hubungan yang lebih harmonis.