Ketika teringat seorang yang sudah lama tidak bertemu, sesaat kemudian ada ketukan, pintu dibuka, dan si orang itulah berdiri disana…!
Atau pengalaman mengenai pengarahan tanpa tersadari yang meluputkan dari bahaya kecelakaan.
Pengalaman diatas merupakan suara Firasat yang tidak terduga, kita semua tentu pernah mendengar atau mungkin mengalaminya sendiri.
Disamping yang tak terduga, juga ada yang muncul pada waktu dibutuhkan, bagai diundang kehadirannya; terjadi manakala seorang menghadapi suatu pilihan sulit atau mempertimbangkan tindakan, dalam waktu mendesak.
Saat dilanda pandemi, dalam pasrah nya, orang zaman dahulu mendengar kan firasat untuk menggunakan herbal sebagai pengobatan.
Pemain catur yang sedang berpikir, banyak yang pernah mendapat firasat langkah yang tidak terpikirkan sama sekali diwaktu sebelumnya dan menghasilkan kemenangan yang gemilang.
Dan kita semua tahu; ada sebuah negara dengan team perencana yang mampu melihat keadaan puluhan tahun kedepan dan berhasil mengejar, kini menjadi negara adi kuasa.
Begitulah firasat datang bagai menjawab persoalan, membawakan solusi.
Mengenali Firasat, apa perlunya?
Firasat, terduga maupun tak terduga datangnya, sungguh adalah hal yang berada diluar logika, bagaikan otak yang kedua. Sesuatu yang tidak terpikirkan dalam keadaan sadar kita, mungkin saja ada dalam alam pikiran bawah sadar kita, itulah Firasat.
Ada yang menyebut sebagai kecerdasan bawah sadar atau kecerdasan spiritual. Namun, tidak ada sangkut paut nya dengan kegaiban, kecerdasan ini normalnya adalah bawaan pada setiap orang (bahkan juga pada beberapa jenis hewan).
Yang berbeda pada setiap individu mengenai Firasat adalah 2 hal, yaitu kekuatan suara nya dan kepekaan diri untuk “mendengarnya”.
Seorang dengan IQ yang tinggi dengan sebaris title kesarjanaan belum tentu keandalan Firasat nya baik. Sedangkan yang berpendidikan rendah, bahkan yang pikun sekalipun, mungkin mempunyai keandalan Firasat yang jauh lebih baik.
Dalam kehidupan penuh kesibukan, Firasat nyaris tak terdengar, bukan karena ia tidak bersuara, melainkan karena tekanan keadaan menjadi penghalang besar, melemahkan suaranya.
Sementara itu, ada suara lain yang sering membuat terabaikannya suara Firasat, yaitu suara Ego, antara lain rasa percaya diri berlebihan, ambisi yang besar, atau kecemasan akan kegagalan. Makin sering mengabaikan nya, berakibat makin rendahnya kepekaan terhadap Firasat.
Mengertilah kita, bahwa suara Firasat akan menguat dalam keheningan. Kehadiran nya terasakan disaat pikiran tenang, jernih.
Apakah ingin mencoba mengenali suara Firasat sendiri? Berdiamlah pada suatu tempat jauh dari hingar bingar kesibukan, selama beberapa hari. Semoga anda beruntung . . .
Kalau belum berhasil, ulangi dalam kesempatan lain. Karena hanya dengan mengenali nya kita dapat melatih penguatannya.
Semoga dalam waktu lain kita bisa bersama berlatih meng-efektif-kan Firasat kita.