Ribuan Tahun Tiongkok

Tidak mengenal religi namun hidup makmur, membingungkan bagi yang rajin ke gereja dan berdoa. Warga disana menjunjung leluhur, mengenang tokoh yang dihormati. Ada list panjang pahlawan yang telah mati demi rakyat dan negara. Tak perlu lagi ditambah dengan nama dari luar negara.

Peradaban
Jumlah pembaca, Reader Views: 198

Dalam suatu masyarakat beradab dibutuhkan norma yang mengatur dan mentertibkan jalan nya kehidupan. Antara lain dibutuhkan budaya, agama, dan hukum, begitu umum nya dalam suatu masyarakat, dalam suatu negara.

Dari masa ke masa, norma mengalami perubahan. Antara lain dewa-dewa besar zaman Romawi, dewa-dewa bangsa Mesir, dan banyak lagi, yang kini hanya menjadi pajangan di museum.

PeradabanDi zaman ini, negara-negara menjadikan agama sebagai panduan, bahkan undang undang di beberapa negara, antara lain, Amerika Serikat, dibuat berdasar kepada kitab taurat.
Banyak pendirian negara yang berdasar agama.

Tetapi ada satu negara yang kebanyakan warganya tidak melihat alasan perlunya ber-agama.
Lebih 70% masyarakat nya tidak merasa ber-agama.

Peribadatan di sana.

Warga di Tiongkok kaya akan budaya, kaya akan falsafah hidup. Sangat menjunjung orang tua, menjunjung leluhur yang darahnya mengalir dalam tubuh mereka. Oleh karena itu nama ‘besar’ keluarga dijaga dengan baik.

Demikian berbangganya akan leluhur; anda boleh-boleh saja keliru menuliskan nama kecil mereka, tetapi jangan keliru menulis (menyebut) nama marga kalau ingin berhubungan baik.

Ibadat pada kebanyakan warga Tiongkok adalah menghormati orang tua, leluhur. Dan itu diperbuat di rumah, atau dimakam. Juga di tempat peribadatan, untuk menghormat tokoh-tokoh yang disegani.

Rakyat Tiongkok mempunyai daftar panjang para pahlawan, yang telah mati demi membela rakyat dan negara dari masa ke masa. Tidak perlu lagi ditambah dari luar negara.

Kebanyakan pintu disana tertutup bagi misionaris agama, karena bagi mereka berlaku pengertian;
“Mengapa menjunjung pihak yang tidak nyata keberadaannya, yang masih perlu direka dan masih perlu di-imani pula? Bukankah yang perlu dijunjung adalah leluhur, yang sangat jelas eksistansi nya, tidak perlu direka, tidak perlu diimani? Tanpa leluhur, tak ada generasi kini.”

Terlebih lagi agama yang mengajarkan untuk melupakan keluarga yang sudah meninggal. Jangan banyak berharap diterima dengan baik.

Apakah karena tidak religious, rakyat disana tidak mendapat berkat? Tidak ditunjukkan arah kemana melangkah?
Kita sama mengetahui, bahwa rakyat disana hidup makmur sejahtera. Hasil kerja keras dari warga petani hingga kaum cendekia nya, sudah membuktikan bahwasanya tidaklah harus religious untuk mencapai kemajuan.
Ini tentu membingungkan kita yang rajin ke gereja dan rajin berdoa.

Apa yang menjadi dasar negara?

Selagi banyak negara merumuskan dasar pendiriannya, atau menjadikan agama sebagai landasan bernegara, lalu apa yang menjadi dasar negara Tiongkok?
Yang menjadi dasar pendirian negara, adalah pengalaman jatuh bangun ber-negara selama ribuan tahun. Catatan sejarah menjadi bagai kitab suci negara dan rakyat di Tiongkok.
Pemimpin negara kerap mengutip berbagai kejadian masa lampau sebagai pelajaran, dalam sambutan kenegaraan.

Itulah mengenai negara, yang hanya dalam 5 dekade, mengalami kemajuan pesat menjadi satu dari antara negara adi daya di,dunia. Selalu memperhatikan kehidupan rakyat, bahkan kepedesaan yang terpencil dibangunkan secara mengagumkan.

Tiongkok yang disebut atheis, namun memilih dunia yang hidup damai, sementara negara lain yang mengaku sebagai ber-agama rajin memicu peperangan.

 

error: Content is protected !!