Kong Hu Chu, Guru Kebenaran

Warga Tionghoa disadari atau tidak, akrab menerapkan norma yang diajarkan guru besar Kong, dalam hidup keseharian serta sebagai warga negara. Sang guru sendiri tidak sempat melihat betapa ajarannya telah terjalin kuat dalam kehidupan sosial, di seantero jagat.

KongQiu
Jumlah pembaca, Reader Views: 1,394

Anda ingat budi, cenderung membalas budi? Menghormat orang tua, yang lebih tua dan pejabat pemerintah? Kita memahami prilaku yang pantas dan benar? Disadari ataupun tidak, itulah ajaran guru Kong, sejak ribuan tahun lalu.

Baik kita melihat bagaimana mulanya perjuangan guru Kong dalam upaya menciptakan ketertiban berkeluarga, bermasyarakat dan ber-negara.

Terlahir dengan nama Kong Qiu (551 -479 SM) dalam masa paruh pertama Dinasti Zhou timur, sebagai anak kedua dalam keluarga kelas menengah, di propinsi ShanDong.
Dinamakan Qiu 丘  (berarti bukit) dikarena bentuk kepalanya; cekung di ubun-ubun dan menonjol disekeliling bagai perbukitan.

KongQiuAyah nya meninggal, waktu Qiu berusia 3 tahun. Mungkin inilah alasan mengapa ia hanya berpendidikan sekolah rakyat.
Namun karena status sosial keluarganya yang menengah, ia beroleh kesempatan kerja pada pemerintah, sejak usia 20 an.
Memulai karir sebagai pemelihara ternak kemudian sebagai pekerja administrasi.

Di dalam berjalan nya waktu, gonta ganti pimpinan, Qiu membangun reputasi nya, memperlihatkan; betapa nilai pengajaran ber-prilaku yang pantas serta kebenaran, membawa kepada kesetiaan terhadap pemerintah.

Qiu mendapat promosi, sebagai gubernur sebuah kota kecil, untuk kemudian mencapai kedudukan menteri kejahatan. Seketika menduduki jabatan baru ini, tidak pelak lagi Qiu menjatuhkan hukuman mati atas ShaoZheng Mao, yang kerap mencoba mempengaruhi murid Qiu (yang saat itu mencapai tiga ribu orang) agar menentang Qiu, sang guru.

Dalam masa itu, ada belasan negara di daratan Tiongkok, diantaranya adalah negara Lu dimana Qiu berkegiatan. Ketika pimpinan negara Lu berhasil disuap negara lain dengan harta dan perempuan cantik; dengan rasa kecewa Qiu meninggalkan jabatan, pulang ke tempat asalnya pada usia 68, menuruti anjuran pimpinan menteri yang juga kecewa.

Namun Qiu melanjutkan kegiatan dengan tetap mengajar tiga ribu para murid nya, dan 77 orang diantara nya mencapai kelulusan yang baik. Dalam berbagai kesempatan lain, Qiu berkeliling ke tengah dan timur laut daratan Tiongkok, untuk menjabarkan ajaran.
Qiu tidak sempat melihat penerapan ajaran nya diberbagai tempat itu ketika meninggal dalam usia 72 tahun.

Rangkuman ajaran Qiu, dituangkan oleh para murid kedalam beberapa buku:
– Kronik Dynasty Han Timur,  春 秋
– Puisi Klasik,  诗 经
– Kitab Upacara,  礼 记
– Kumpulan Dokumen,  尚 书
– Kitab Perubahan,  易 经
– Karya Musik Klasik,  乐 经
Karya Musik Klasik tidak banyak lagi dibicarakan.

Perkembangan Penerapan Ajaran Kong Hu Chu

Beberapa ratus tahun kemudian, 221 SM, setelah Qin Shi Huang menyatukan Tiongkok, mulai terpikirkan penggunaan undang-undang sebagai doktrin negara. Namun barulah masa Dynasty Han, kaisar Wu mengambil ajaran Qiu sebagai falsafah kekaisaran, serta mata pelajaran untuk diuji kan atas calon pejabat mulai tahun 140 SM.

Penerapan ajaran yang disebut Confucianism berlangsung hingga tahun 1912 M, untuk beralih menjadi New Confucianism dalam masa pemerintahan Republik.

Panggilan Kong Qiu kini adalah Kong Hu Chu, yaitu guru besar Kong. Walau sebenarnya Qiu sendiri tidak merasa sebagai guru melainkan hanya perangkum falsafah, yang telah ada sejak zaman dulu.
Qiu tidak pernah meng-klaim diri sebagai nabi, kendatipun banyak masyarakat melihat confucianism sebagai agama.

Dari masa Dynaty kuno sampai zaman modern ini, ajaran Confucianism sudah menyatu dalam jalinan sosial dan jalan hidup bangsa Tionghoa.
Dan bagaimanakah ajaran guru besar Kong ini sebenarnya? Sampai jumpa dalam artikel mendatang.
Satu dari banyak ungkapan Kong Hu Chu yang terkenal adalah:

Segala yang anda tidak harapkan terjadi pada anda,
janganlah melakukannya kepada orang lain.

 

error: Content is protected !!