Sejak ribuan tahun lalu, warga di Tiongkok senang menulis, pada kayu atau bambu yang diukir atau dipahat. Selain lama menulisnya, dua jenis media itu berat dan makan ruang besar untuk menyimpannya.
Abad 3 sebelum Masehi, dikreasikan kuas, memungkinkan untuk menulis pada kain dan sutera, menggunakan tinta.
Kain dan sutera sebagai media tulis, berbiaya tinggi bila digunakan secara meluas.
Adalah Cai Lun pada era dynasty Han timur, menciptakan kertas, pengganti praktis atas media tulis terdahulu.
Penciptaan ini seiring berjalan waktu, menyebar ke seantero dunia, kertas telah dikembangkan, serta digunakan untuk banyak keperluan, bahkan untuk membungkus, dan sebagainya.
Asal usul.
Terlahir dalam keluarga sederhana, pada tahun 57 (ada beberapa versi), masa dynasty Han timur, di daerah LeiYang (saat ini), di propinsi HeNan, yang terkenal subur, banyak penduduk bermigrasi kesana karenanya. Sedang ia sendiri bekerja sebagai penambang besi di tanah kelahirannya itu..
Pada tahun 73, memulai karir nya sebagai anggota bendahara kaisar Ming, di Luo Yang, di propinsi yang sama, HeNan. Kepandaian menambang, dibutuhkan untuk mengawasi pembuatan senjata.
Selang 2 tahun kemudian, dipercaya sebagai pengurus keuangan istana, serta menjadi sebagai penghubung antara kaisar dan keluarga istana. Kedudukan tinggi dengan akses bebas dalam istana. Sejak saat itu Cai Lun memasuki kehidupan sebagai kasim.
Kasim berpengaruh besar.
Seperjalanan waktu, Cai Lun berkegiatan dekat dengan kalangan keluarga ibu suri Dou. Saat anak tirinya, kaisar He, naik tahta pada usia belia, ibu suri Dou (mantan) menunjuk Cai Lun sebagai wali kaisar, dengan tujuan agar mengendalikan jalan pemerintahan.
Posisi wali kaisar, dengan sendirinya ia menjadi kepala para kasim istana.
Tiada lama kemudian, bahkan Cai Lun menjadi penasihat politik pribadi kaisar He, juga berkat promosi keluarga Dou. Dengan posisi ini, gaji yang diterima berganda berjumlah dari posisi sebelumnya. Menjadikannya bertambah makmur, dan bergelar kehormatan bangsawan.
Setelah dewasa kaisar He mendorong kasim Zheng Zhong; membalas kelakuan ibu tiri (mantan ibu suri Dou) yang pernah merendahkan ibu kandungnya; dikenakan tahanan rumah hingga meninggal. Kedudukan Cai Lun tidak tergoyah, walau ia pernah dekat dan digunakan oleh keluarga Dou atas kaisar He. Lihat Dynasty Han 4.
Pembuatan kertas.
Segala unsur yang dapat dijadikan serat, dapat menjadi bahan pembuat kertas, begitu pada mula pendapat nya.
Kedudukan yang tinggi memberi keleluasaan menggunakan fasilitas untuk ber-kreasi, antara lain menggunakan ratusan tenaga kerja; untuk menghasilkan serat dari bambu, kulit kayu, bekas jala ikan, kain tua dan bahan lainnya.
Serat-serat di aduk bagai bubur dalam air mendidih, lalu disendok ke atas loyang untuk ditumbuk berupa lembaran tipis, membuang larutan getah dalam kandungan air.
Bersih dari getah, kembali dimasukkan dalam wadah, diaduk dengan air dan semacam bahan agar-agar membuat serat saling merekat.
Tahap terkhir adalah mencelupkan semacam lembar saringan halus dicelupkan dalam wadah agar larutan menempel tipis pada lembar saringan itu (yang menggumpal perlu diratakan). Hasilnya menjadi kertas setelah dijemur diatas rak hoisontal atau vertikal, dalam beberapa hari.
Ada sanggahan bahwa kertas telah diciptakan beberapa abad sebelumnya, entah benar tidaknya. Namun Cai Lun tetap adalah sebagai pencipta dan pengembang kertas karena tiada ia menjiplak karya orang lain.
Akhir riwayat.
Jabatan demi jabatan bertambah, ketika kasim Zheng Zhong meninggal, kasim Cai Lun juga mengambil alih kedudukan sebagai kepala rumah tangga ibu suri.
Silih berganti kaisar, giliran cucu keluarga mantan ibu suri Dou yang naik tahta. Kaisar An memanggil Cai Lun menghadap pengadilan, ia dipandang sebagai bagian penyebab kematian nenek nya.
Menyadari bahwa panggilan untuk mempertanggung jawabkan keterlibatan penyebab kematian mantan ibu suri Dou akan berakibat hukuman mati yang memalukan, Cai Lun berkemas mandi, mengenakan pakaian jabatan resmi, untuk membunuh diri meminum racun, tahun 121.