ThayKam, Kasim Istana.

Di Tiongkok pengebirian menjadi pilihan untuk menghindarkan hukuman mati. Ada beberapa kejadian, kasim gadungan, lolos pengebirian antara lain karena berhubungan baik dengan para ekskutor atau menyuap mereka. ThayKam 太 监  sebutan kasim istana berkesempatan mencapai kedudukan tinggi,

Kasim6
Jumlah pembaca, Reader Views: 397

Familiar kah kita dengan judul artikel?
Pengebirian sudah dikenal sejak ratusan tahun sebelum Masehi, di Kerajaan Bizantium, Ottoman, Tiongkok dan berbagai tempat juga Afrika, umumnya merupakan persyaratan sebagai abdi, kasim istana.

Persyaratannya sedemikian, karena penghilangan kemampuan pria, membuat seorang (ber-phisik pria) bersikap lebih lembut, sabar, tanpa ambisi dan hasrat pria menjadikan sangat handal melayani keperluan pribadi keluarga istana, termasuk harem nya.

Kasim6Profesi lain ada yang dikenakan hal
yang sama, antara lain sebagai mata-
mata untuk tugas penting agar tidak
jatuh kedalam rayuan wanita.

Ada juga kebiri pada anak pra puber,
agar vocal sopran nya tidak berubah
demi karir sebagai penyanyi.

Dan pengenaan lainnya, merupakan hukuman atas pembangkangan atau kejahatan, atau sebagai pilihan lain, menghindarkan hukuman mati.

Pengertian umum pelaksanaan, adalah dengan membuang buah pelir (testical), dengan memotong kantungnya menggunakan benda tajam (pisau). Ada juga cara menjirat kulit kantungnya keras-keras lalu ditarik hentakan.
Yang lebih manusiawi, kulit kantung dijirat keras-keras dan dibiarkan selama beberapa hari sampai terputus dengan sendirinya.

Kasim11

Penerapan di Tiongkok.

Sementara itu, di Tiongkok, yang mempunyai catatan terpanjang mengenai pengebirian dilakukan dengan membuang keseluruhan termasuk penis, sehingga tak ada lagi bagian menonjol disana. Air rendaman lada kerap digunakan sebagai pereda rasa sakit.

Selama pemulihan luka, lubang saluran perlu disisipkan batang padi, agar saluran tidak tertutup daging sendiri. Pipis tanpa penis, perlu berjongkok

Ada beberapa kejadian, penyelundupan kasim gadungan, yang lolos pengebirian antara lain karena berhubungan baik dengan para ekskutor ataupun menyuap mereka. Seperti yang diperbuat Lao Ay pada masa dynasty Qin.

Di Tiongkok inilah pengebirian menjadi pilihan lain bagi para terhukum mati. Walaupun kebanyakan mereka memilih hukuman mati; Lebih baik mati sebagai pria utuh daripada hidup tanpa harga diri. Pria kebiri sangat tidak dihargai dalam masyarakat.

Berbeda dengan para ThayKam 太 监  (sebutan kasim istana) yang hidup dekat keluarga istana, berkesempatan mencapai kedudukan tinggi, bahkan menjadi wali kaisar, dengan mengumpulkan banyak harta.
Hanya para kasim, pria diluar keluarga istana, yang boleh bermalam tinggal di istana,

Adapun kasus berbeda dengan Sima Qian, penulis sejarah istana semasa pemerintahan maharani Wu. Ketika Qian dijatuhi hukuman mati karena membela seorang jenderal, ia memilih dikebiri, untuk memenuhi pesan ayahnya, meneruskan penulisan sejarah.