Ada dugaan, bahwa cikal bakal permainan sudah ada sejak masa Confucious 500 tahun sebelum Masehi; entah terbuat dari apa perangkatnya saat itu; semacam kertas, karton dan sebagainya, yang mudah rusak. Mulai tahun 1600, dynasty Ming, perangkat terbuat dari bambu.
Pengembangan pesat terjadi dalam masa dynasty Qing (sekitar tahun 1800), permainan para ningrat. Bahan perangkat mulai berbahan kayu, lalu plastik, sampai pada melamin, acrilic, yang kita lihat sekarang ini dengan warna warni indah.
麻 雀, Ma-Jie (dialek HokKian; Ma-Jiok) berarti burung gereja, begitulah awal mula namanya; karena ketika dikacau (shuffling) berbunyi bagaikan kicauan kumpulan burung gereja yang sedang gaduh.
Tidak jelas bagaimana nama berubah menjadi MaJiang dan MahJong, ketika menjadi kegemaran banyak kalangan, termasuk para politisi seperti Chiang KaiShek, Mao ZeDong, Zhu De, hingga Liang Qichao, sangat pandai bermain.
Permainan yang melibatkan 3 atau 4 pemain itu, sedemikian digemari warga, sehingga ketika kebangkitan Komunis, Majong dilarang di Tiongkok pada tahun 1966; dipandang sebagai membuang waktu, menurunkan moral, membangkitkan niat korupsi.
Selama pelarangan, warga tetap bermain MaJong dalam kamar tertutup.
MahJong dan kemampuan bermain.
Pada tahun 1976 MahJong kembali diperbolehkan, karena dipandang sebagai olah-raga ketangkasan berpikir, sebagaimana dinyatakan oleh Mao ZeDong sendiri.
Perlu kepandaian, strategi, perhitungan, dan sedikit keberuntungan untuk mendapat keunggulan dalam permainan.
Satu session terdiri dari 4 ronde (timur, selatan, barat, utara), menentukan pemenang. Untuk pemain ber-kapasitas rata-rata, permainan berlangsung 2,5 – 4 jam per session.
Permainan seru boleh saja berlangsung beberapa session; belasan jam duduk bermain. Karena itu stamina juga merupakan hal penting.
Suatu study menunjukkan bahwa permainan MahJong memperlambat resiko dimensia pada lansia, selain sebagai kegiatan hubungan ber-sosial di usia senja.
Perangkat permainan.
Sebagai masyarakat berbudaya falsafah, perangkat MahJong pun tak luput dari falsafah. Teraan pada ubin MahJong bukan sekedar gambar, melainkan mempunyai arti sendiri dalam budaya Tiongkok; antara lain lambang dalam ajaran Confucious.
Naga, melambangkan kekuatan dan keberuntungan. Kerap digunakan sebagai penentu kemenangan.
Phoenix, melambangkan kelahiran, keabadian hidup. Digunakan sebagai penghubung kemakmuran.
Burung, melambangkan kebahagiaan. Lambang bambu dan lain-lain.
Banyak lagi lambang lain dalam set berjumlah 144 buah ubin; varian Amerika ditambah dengan 8 ubin Joker.
Sesuai urutan, setiap lambang dengan nilai tersendiri menurut aturan variant nya.

Dan seiring perjalanan waktu sudah berkembang bermacam lambang lain.
Penyebaran MahJong.
Dalam awal abad 20, para turis yang telah mempelajari MahJong di Tiongkok membawa pulang ke negara mereka, khususnya warga negara barat.
Setelah perang dunia 2, ditambah imigrant Tiongkok mempopulerkan ke lebih banyak negara, sampai-sampai warga berbagai negara mempunyai komunitas MahJong, tidak terkecuali warga perempuan Yahudi..!
Pabrik produsen mainan dan benda plastik, ber-ramai memproduksi ubin Mahjong dan meja permainan yang mewah.
Di setiap negara, Eropa, Amerika, Asia tenggara dan bagian bumi lainnya, mempunyai asosiasi tersendiri atas MahJong, yang menentukan varian yang berlaku disana.
Kini komunitas di berbagai negara itu telah temurun beberapa generasi, dan varian nya yang semula dari Tiongkok pun telah berkembang menjadi lebih dari 40 varian.
MahJong tidak lagi sekedar permainan melewati waktu melainkan merupakan olah raga dengan tournament nasional maupun internasional.
Dengan kemajuan teknologi, Mahjong dimainkan secara On-line melibatkan komunitas international dari negara berbeda. Pelajaran bermain secara on-line untuk pemula juga tersedia.
Anda sudah bisa bermain MahJong kah?