Kisah Sam Kok 4

Tiada terlihat, bahwa kedua saudaranya itu akan memenangi pertempuran, Liu Bei turut membantu. Pertempuran berjalan sengit, pasukan gabungan terpesona menyaksikan ketiga ber saudara berusaha mengepung Lu Bu, sampai Lu Bu tidak lagi dapat bertahan karena kelelahan dan kembali ke pasukannya.

Lu Bu dikeroyok tiga saudara

Kabar kekalahan dan tewasnya Hua Xiong meresahkan Dong Zhuo, disaat bersamaan berkuatir bahwa Yuan Wei, paman Yuan Shao, yang berkedudukan sebagai pimpinan pertahanan negara, akan memberi dukungan kepada pasukan koalisi. Atas usul Li Ru, diperintahnya beberapa perwira membawa pasukan, untuk menghabisi Yuan Wei dan seluruh keluarganya, terjadi dalam tahun 190 AD.

Dong Zhuo menggerakkan pasukan.

Lu Bu Menunggang kelinci merahUntuk memperkuat pertahanan  di benteng lintasan sungai Si, Dong Zhuo memerintah Guo Si dan Li Jue memimpin 50ribu tentara kesana sedang ia bersama Lu Bu membawa 150ribu tentara menuju lintasan perangkap harimau pada malam itu juga.

Setiba disana, mendirikan perkemahan dan Lu Bu diperintah memimpin 30ribu tentara untuk mencegat gerak maju pasukan lawan. Dong Zhuo sendiri bersama pasukan, tetap berposisi ditengah lintasan.
Tidak lama kemudian pasukan gabungan di pimpin Wang Kuang tiba. Perwira Fang Yue maju bertempur, ia tewas di tangan Lu Bu dalam 4 jurus. Pasukan Lu Bu memukul mundur lawan, Wang Kuang nyaris tewas.

Menyadari keperkasaan Lu Bu tiada tanding, Cao Cao mengusulkan memikirkan jalan untuk mengenyahkan Lu Bu yang merupakan kekuatan utama Dong Zhuo. Belum lagi mereka siap dengan rencana, kembali Lu Bu menantang untuk bertempur.

Penguasa berbagai daerah telah tiba disana, lalu bergabung bersama menuju tempat dimana Lu Bu sedang menantang. Beberapa perwira maju melayaninya, satu persatu tewas atau terluka di ujung tombak Lu Bu, siapa kemudian memimpin pasukan untuk merangsek maju sampai dekat ke depan para tokoh penguasa pasukan gabungan.

Liu Bei bersama kedua saudaranya meraih kemenangan.

Lu Bu tampil menyolok di muka barisan pasukannya; bertopi perang emas kemerahan dengan rancang indah ekor burung menjuntai, jubah sutera merah beludru bersulam tabur bunga dan kepala hewan menyeringai.  >>> Untuk membaca selengkapnya, dipersilahkan me LOG-IN