Permainan yang dimulai sejak 1969, akhir-akhir ini men-dunia, merambah sampai ke Asia tenggara. Sampai-sampai mereka yang tidak biasa ber-olah raga pun ikut bermain, rela antri menunggu giliran menggunakan court hingga larut malam.
Sekilas, terlihat bermain memukul bola yang lebih kecil sedikit dari bola tenis itu, tiada membutuhkan kepandaian khusus, juga tidak terlalu menguras tenaga, pun hampir tak ada batas usia; pokoknya pukul sedapatnya ke arah lapangan lawan.

Tekanan dalam bola padel yang lebih rendah daripada bola tenis, membuat lajunya tidak sederas pada permainan tenis; sehingga luas lapangan hanya 10 x 20 meter.
Permainan, melibatkan dinding yang terbuat dari kaca sekeliling lapangan sebagai pemantul bola; dari pantulan demi pantulan, kerap terjadi rally-rally panjang, membuat seru permainan.
Inilah kiranya hal yang menarik bagi para penggemarnya.
Akan tetapi, apakah permainan Padel sesederhana yang terlihat?
Mengapa cidera dalam permainan Padel?
Kendati terlihat ada beberapa kemudahan dibandingkan permainan tenis, tidak berarti padel adalah permainan ringan, sama sekali tidak. Agar didapat kan manfaat bermain, sebagai hobby atau demi kesehatan, perlu diketahui hal mendasar permainan agar tak sebaliknya menyebabkan cidera dan hal yang tidak diharapkan lainnya.
Kepada yang jarang ber-olah raga, ditekankan pentingnya memulai dengan stretching dan pemanasan secara umum.
Sedangkan pelatihan persiapan khusus untuk padel nya yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut;
1). Melompat-lompat, berlari mengejar, berputar, berdiri berganti-ganti kaki kiri kanan didepan dan sebagainya. Olah raga yang berjalan cepat seperti Padel, menuntut gerak kaki yang lincah setiap saat, guna menempatkan tubuh pada posisi yang baik, terhadap bola yang selalu tak menentu arah datang nya.
Posisi tubuh yang kurang baik terhadap bola, namun tetap memaksakan diri memukul, dapat ber-akibat cidera pada pinggang maupun sendi tangan.
2). Posisi memukul yang benar; pemain non kidal, memukul forehand dengan kaki kiri didepan, memukul backhand dengan kaki kanan didepan. Begitulah sebaliknya dengan pemain kidal. Posisi ini selain menghasilkan pukulan mantap, tenaga yang efisien, juga menjaga keseimbangan tubuh.
3). Sehari-hari berlatihlah agar terbiasa berdiri di ujung jari kaki (berjingkat), dengan demikian saat bermain, mudah untuk melakukan pivot, gerak memutar badan, dengan berjingkat. Ini berguna menghindarkan cidera, terkilir nya lutut dan pergelangan kaki.
Berat badan yang bertumpu (sedikit) pada ujung jari kaki membuat membuat kaki lebih bersiap untuk melangkah, terutama pada saat bertahan terhadap serangan.
Berat badan yang bertumpu pada tumit membuat kaki bagai terpaku di lantai.
4). Begitupun dengan memukul bola, latihlah tangan yang memegang raket mengayun (swing) dari belakang, baik untuk pukulan forehand, backhand, ataupun overhead. Pada padel, tidak perlu ayunan yang besar seperti pada tenis.
Ada pendapat lain, bahwa sebaiknya memukul dengan dorongan (pushing) agar mudah mengendalikan arah bola. Namun baik juga diingat bahwa memukul dengan dorongan yang dimaksud, merupakan pengerahan tenaga secara sontak (bagai mengejan).
Pengerahan tenaga secara sontak, selalu disertai dengan meningkatnya tekanan darah secara mendadak. Ini tidak dianjurkan bagi kesehatan.
Selain itu, tidak setiap pemain, khususnya orang Asia, yang berperawakan badan besar dengan lengan yang ber-otot kuat. Dengan demikian, memukul dengan ayunan (swing) lebih dianjurkan. Dengan latihan, dapatlah mengendalikan arah bola yang baik.
5). Memukul dengan mengayun, pengerahan tenaga lebih mengandalkan pada bahu dan lengan atas, mengurangi pengandalan pada siku. Ini bertujuan menghindarkan linu siku (biasa disebut tenis elbow), setelah routinitas latihan beberapa waktu.
6). Hendaklah memegang raket dengan penampang bidang nya tegak vertikal; dengan demikian raket siap digunakan memukul secara forehand maupun backhand. (lihat insert).
Menggenggam tangkai raket hendaknya dimulai dari tengah tapak tangan, lalu cengkamlah rapat-rapat, sehingga raket sepenuhnya dalam genggaman tapak tangan, bukan hanya pada jari-jari.
Demikian sekedar tips bermain.
Selamat menikmati permainan padel. Salam sehat.