Menjelang tidur pulas, seorang sahabat teringat bahwa setiap orang akan mati, saat itu juga hilang rasa kantuk. Sahabat itu tidak sendirian, karena kebanyakan orang memang takut mati. Tetapi, pada kerusuhan Mei 1998, ada yang telah bersiap mati menghadapi penyerbu rumahnya. Ada nilai bagi setiap orang, yang pantas untuk dipertukarkan dengan nyawanya . . .
Jumlah pembaca, Reader
Views: 53,578

Menjelang tidur pulas, seorang sahabat teringat bahwa setiap orang akan mati, saat itu juga hilang rasa kantuk. Sahabat itu tidak sendirian, karena kebanyakan orang memang takut mati. Tetapi, pada kerusuhan Mei 1998, ada yang telah bersiap mati menghadapi penyerbu rumahnya. Ada nilai bagi setiap orang, yang pantas untuk dipertukarkan dengan nyawanya . . .