Dalam budaya tradisi Tiongkok, dikenal falsafah dua kekuatan yang saling berhubungan yang memungkinkan keberlangsungan hidup dan alam semesta, yakni Yin dan Yang.
Keduanya tiada bertentangan, melainkan saling bergantungan satu sama lain, bersama sama, selalu, sepanjang waktu, guna menciptakan keseimbangan.
Falsafah telah menjadi bagian budaya Tiongkok, sejak sebelum Masehi dan meng-akar dalam Tradisi Pengobatan Tiongkok.
Berdasarkan hal inilah diperkenalkan nya pembagian makanan sebagai Yin dan Yang, dalam bahasa sehari-hari dikenal sebagai Adem dan Panas.
Agar tubuh selalu sehat ber-energy, dibutuhkan asupan yang berimbang antara Yin dan Yang.
Unsur yang satu tidak lebih baik dari pada yang lain, kedua nya sama baik, kedua nya saling melengkapi, saling menyeimbangkan.
Namun, perlu dipahami dengan benar, bahwa asupan seimbang Yin-Yang bagi seorang, belum tentu merupakan asupan seimbang Yin-Yang bagi orang lain. Mengapa begitu?
Karena tubuh manusia adalah unik. Setiap tubuh ber- karakteristik berbeda satu sama lain. Ada tubuh yang di type kan sebagai Yin, lainnya ber type sebagai Yang.
Kenali type tubuh.
Dalam pembahasan mengenai energy, sisi Yin ber-konotasi lebih feminim, dengan sisi Yang lebih maskulin. Tetapi mengenai type tubuh manusia, tidak dikenali berdasarkan jenis kelamin.
Type tubuh Yin, cenderung langsing, berwajah agak pucat, gerakannya lembut, kurang menyukai cuaca dingin.
Type tubuh Yang, tampak kokoh energik, berwajah kemerahan dan cenderung merasa gerah berkeringat.
Sudah barang tentu ada tubuh ber-type pertengahan antara keduanya.
Pengenalan type tubuh ini berlaku bagi lelaki dan perempuan.
Kiranya tidak sulit mengenali type tubuh diatas. Dan mudah pula dipahami bahwa type tubuh Yin sebaiknya lebih banyak mendapat asupan Yang, begitupun sebaliknya untuk type tubuh Yang sebaiknya lebih banyak mendapat asupan Yin, demi kesehatan tubuh dan energy. Demikianlah anjuran pola makan menurut Tradisi.
Yang agak rancu adalah membicarakan mengenai mana makanan yang tergolong Yin, dan mana tergolong Yang.
Asupan Yin dan Yang.
Ada yang mengatakan susu bayi merk tertentu sebagai “panas”, yang lain berpendapat sebaliknya. Begitupun mengenai buah tertentu; ada yang berpendapat sebagai “adem”, yang lain mengatakan sebaliknya.
Keterangan dibawah ini diharapkan dapat menolong mengurangi kerancuan.
Suatu asupan tergolong Yin, bila banyak mengandung serat, tinggi kandungan air nya, rendah kalori, yang biasa di makan mentah (bermacam sayuran), buah-buahan masih mengkal dan pahit.
Tubuh yang selalu gerah dan berkeringat, susah tidur, susah kebelakang, mudah alergi, leher terasa panas, sehari-hari dikatakan sebagai gejala panas dalam, ini menandakan kebutuhan tambahan asupan Yin (dialek Hok Kian = Ciak Liang).
Asupan tergolong Yang, terdiri dari asupan hewani, daging sapi, babi, ikan, ayam, dan lain-lain yang tinggi kalori, yang direbus, terlebih lagi yang dipanggang.
Berbagai buah-buahan manis dan bumbu-bumbuan, bermacam bawang serta daunnya, jahe, cabai, kayu manis, coklat, juga tergolong asupan Yang.
Seorang yang merasa lesu, lemas kurang ber-tenaga, sering mengantuk, kurang selera makan dan sering merasa dingin, menunjukkan gejala kekurangan asupan Yang (dialek Hok Kian = Ciak Po).
Sedangkan asupan yang tergolong netral antara lain, nasi, kentang, bermacam kacang, wortel, madu, susu non fat, buah-buahan yang tidak manis namun rendah kandungan air seperti alpukat, apel, dan sebagainya.
Mangga mengkal termasuk asupan Yin tetapi setelah ranum bercita rasa manis menjadi asupan Yang. Susu dengan kandungan fat pun termasuk asupan Yang.
Kiranya terlihat bahwa asupan Yang pada bagian besarnya memiliki citarasa yang lebih mengundang selera, santapan yang nikmat. Namun, kita tidak dapat menghindar dari asupan Yin demi kesehatan tubuh yang optimal.
Semoga kita semua sehat selalu. 😊