Sebagai bukan penganut Buddhis, namun Albert Einstein sangat menghargai ajaran dan falsafah nya. Kerap dinyatakannya bahwa ajaran Buddha adalah sistem keyakinan yang paling cocok dengan pengetahuan modern, karena penekanan pada sebab-akibat, dan menghindarkan ajaran atau konsep Tuhan ber-pribadi.
Ajaran Buddha, tidak melihat pribadi pada ketuhanan (impersonal God).
Dalam agama Buddha, pencipta alam semesta adalah kesatuan siklus, yang berjalan menuruti suatu keteraturan, keberlangsungan sebab-akibat, yang beruntun.
Itulah kebenaran alam semesta, yang disebut Dhamma, setelah lama hilang ditemukan kembali, pada penerangan Buddha, Sidharta Gautama.
Terlihat ajaran Dhamma sehubungan, selaras dengan banyak hasil temuan ilmuwan, seperti teori Darwin, atau juga Hukum Kekekalan Energi dan sebagainya.
Suatu energi tidak dapat dihasilkan dengan percuma, tidak dapat hilang dengan sia-sia. Hukum Sebab-akibat..!
Dhamma mengajarkan sifat-sifat luhur untuk dikembangkan, yang terdiri dari; Metta (cinta kasih), Karuna (belas kasih), Mudita (simpati), Upekkha (ketenangan), sebagai sifat ketuhanan.
Dengan sifat ketuhanan ini, manusia akan bersikap Pandangan Benar, Pemikiran Benar, Ucapan Benar, Perbuatan Benar, Penghidupan Benar; Usaha Benar, Perhatian Benar dan Konsentrasi Benar.
Inilah jalan menuju Nirwana, tempat tertinggi sebagai tempat ketuhanan.
Semua ajaran Dhamma, ditemukan kembali oleh Buddha, bukan diciptakan.
Buddha.
Sidharta Gautama, lahir tahun tahun 623 SM, di Lumbini (sekarang wilayah Nepal) dari pasangan raja Suddhodana dan ratu Mahamaya. Pendeta Asita yang hadir, meramalkan bahwa si pangeran bayi akan menjadi raja dunia atau Buddha (Pencerahan Sempurna).
Ramalan itu membuat raja mengurung pangeran dalam benteng kemewahan, menjaga kedudukan Sidharta sebagai putera mahkota. Pada usia 29 tahun, Sidharta sempat lolos dari istana, sebanyak 3 kali, mendapati orang tua yang susah berjalan, orang sakit, yang terakhir melihat orang meninggal yang sedang diusung.
Pada kali yang ke-empat, melihat pertapa di jalan, membuatnya ingin mengikuti, untuk mencari kebebasan dari penderitaan dalam siklus, lahir-meninggal-dilahirkan kembali. Diam-diam meninggalkan istana dan melepaskan segala permata kemewahan.
Enam tahun menjalani hidup sebagai pertapa, menahan lapar haus dan hasrat lainnya. Hingga pada suatu hari, nyaris meninggal karena lapar, seorang gadis memberikannya semangkuk nasi. Setelah makan menyadari, bahwa menyusahkan tubuh bukanlah jalan kepada pembebasan spiritual.
Pada usia 35, Sidharta mencapai pencerahan setelah melawan tekanan dan godaan dari iblis Mara, menjadi Buddha (Yang Tercerahkan), dibawah pohon Ficus Religiosa, taman Bodh Gaya (tempat pencerahan), di Bihar, India.
Penyebaran agama Buddha.
Sebagai agama tertua kedua sesudah Hindu di Asia, mempunyai sejarah kerajaan yang panjang, antara lain dengan kerajaan Sriwijaya, wangsa Syailendra, Mataram.
Kedatangan agama lain, menyebabkan penganut Buddha terpinggirkan ke desa-desa.
Monumen agama dan kerajaan Buddha banyak yang sudah hilang, masih menyisakan candi Borobudur, candi Sewu, candi Muaro Jambi, dan candi Bahal.
Di negara maju, banyak penganut, dan praktisi Buddha, yang kurang ter-exposed, yang memang menjadi ciri agama yang berpembawaan tenang. Mereka adalah businessman, politisi, seniman, penulis, ilmuwan, tentara, olahragawan, dan bidang lainnya.
Sedangkan dari kalangan celebrities, nama yang kita kenal: Brad Pitt, Jennifer Aniston, Richard Gere, Michele Yeoh, Harison Ford, Jessica Lange, Jet Li, Pierce Brosnan, Cher, Angelina Jolie, Steven Seagal, Tina Turner, dan ribuan celebrities lainnya.
Tulisan Einstein yang me-refleksi falsafah, banyak yang selaras dengan prinsip Buddha.
Selamat menyambut hari suci Waicak, kepada teman yang merayakan.