Keangkuhan Rohani

Kisah Nyata; Tawa mereka terhenti dan tercengang. SC berjalan mengitar lokasi. Orang tua langsung panik berbondong menuju kesana, dengan susah payah beramai menarik membopong dia yang terus meronta tak keruan. Pengalaman mengajarkan n’tuk merendah hati dan lebih beriman, berwelas asih.

Pipis2
Jumlah pembaca, Reader Views: 424

Adalah kisah nyata, terjadi di sebuah kota, di propinsi Kalimantan barat, Indonesia. Atas seorang bernama SC, dari keluarga yang turun temurun dikenal sangat religious.

Pipis2Kebiasaan anak dari keluarga berada ini, biasa bermain, berjalan, dengan teman sebaya beriring, ber-enam, ber-tujuh, kemana pergi. Diantara para pemuda itu, SC seoranglah yang disebut sebagai ber-iman kuat.

Suatu malam, sepulang menonton, dalam perjalanan mendapati sesajen di persimpang jalan, terdiri dari dupa, makanan dan beberapa cangkir minuman. Mereka ber-seloroh, mentertawakan, meremehkan apa yang mereka lihat sebagai hal sia-sia.

Entah apa yang mendorong ego nya, tahu-tahu SC mengambil cangkir-cangkir itu dan menuang isinya ke tanah. Lalu melepas celana nya untuk mengencingi (maaf), mengisi cangkir-cangkir itu dengan air seni nya dan meletakkannya kembali ke tempat semula.

Melihat itu makin terpingkal tertawa para pemuda itu. Puaslah SC, si pelaku tunggal itu. Ia merapihkan celana, dan apa yang terjadi kemudian sungguh mengejutkan. Tiba-tiba SC terdiam, matanya terbeliak lalu mulutnya mulai berkomat-kamit.

Tawa mereka terhenti, hening, semua tercengang terlebih melihat SC berjalan perlahan mengitari sesajen itu, sambil terus berkomat-kamit, entah apa yang dikatakan. Setelah beberapa saat, teman-teman berusaha menyadarkan dan mengajak nya pulang, namun upaya itu mendapat perlawanan keras.

Suasana malam mulai mencekam tanpa tahu harus berbuat apa, beberapa teman lekas pulang memberitahu kejadian kepada orang tua SC, yang langsung panik, berbondong menuju lokasi.
Dengan susah payah be-ramai menarik, menyeret, membopong SC yang terus meronta tak keruan.

SC dibawa ketempat orang pinter, begitu istilahnya, yang bisa memulihkan keadaannya. Lalu menuruti nasihat, mereka mendatangi lagi tempat tadi, untuk meminta maaf serta pengampunan.

Sejak saat itu, keluarga besar SC berpindah agama, bahkan menjadi vegetarian. Begitu pun dengan keluarga teman-teman nya. Mereka mengikut kegiatan welas asih dengan merendah hati.

Kisah ini ditulis tanpa menyebut agama-agama apapun. Tiada unsur membandingkan agama satu dengan lainnya. Setiap agama membawa nilai-nilai kebenaran dan kebaikan masing-masing. Lihat Omnism.

Namun satu hal yang pasti, keangkuhan rohani sama sekali bukan hal terpuji dan tidak menampilkan seseorang sebagai ber-iman yang benar.

# Kalau artikel ini bermanfaat untuk anda, silahkan meng-klik tombol suka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *