Dalam suatu masyarakat beradab dibutuhkan norma yang mengatur dan mentertibkan jalan nya kehidupan. Antara lain dibutuhkan budaya, agama, dan hukum, begitu umum nya dalam suatu masyarakat, dalam suatu negara.
Dari masa ke masa, norma mengalami perubahan. Antara lain dewa-dewa besar zaman Romawi, dewa-dewa bangsa Mesir, dan banyak lagi, yang kini hanya menjadi pajangan di museum.
Di zaman ini, negara-negara menjadikan agama sebagai panduan, bahkan undang undang di beberapa negara, antara lain, Amerika Serikat, dibuat berdasar kepada kitab taurat.
Banyak pendirian negara yang berdasar agama.
Tetapi ada satu negara yang kebanyakan warganya tidak melihat alasan perlunya ber-agama.
Lebih 70% masyarakat nya tidak merasa ber-agama.
Peribadatan di sana.
Warga Tiongkok kaya akan budaya, kaya akan falsafah hidup. Sangat menjunjung orang tua, menjunjung leluhur yang darahnya mengalir dalam tubuh mereka. Oleh karena itu nama baik keluarga dijaga dengan baik.
Demikian berbangganya akan leluhur; anda boleh-boleh saja keliru menulis nama kecil mereka, tetapi jangan keliru menulis (menyebut) nama marga kalau ingin berhubungan baik.
Ibadat pada kebanyakan warga Tiongkok adalah menghormati orang tua, leluhur. Dan itu diperbuat di rumah, atau dimakam. Juga di tempat peribadatan, untuk menghormat tokoh-tokoh yang disegani.
Rakyat Tiongkok mempunyai daftar panjang para pahlawan, yang telah mati membela rakyat dan negara dari masa ke masa. Tidak perlu lagi ditambah dari luar negara.
Kebanyakan pintu disana tertutup bagi misionaris agama, karena bagi mereka berlaku pengertian;
“Mengapa menjunjung pihak yang tidak nyata keberadaannya, yang masih perlu direka dan masih perlu di-imani pula? Bukankah yang perlu dijunjung adalah leluhur, yang sangat jelas eksistansi nya, tidak perlu direka, diimani? Tanpa leluhur, tidak ada generasi kini.”
Terlebih lagi agama yang mengajarkan untuk melupakan yang sudah meninggal. Jangan harap diterima dengan baik.
Apakah karena tidak religious, rakyat disana tidak mendapat berkat? Tidak ditunjukkan kemana melangkah?
Kita sama mengetahui, bahwa rakyat disana hidup makmur sejahtera. Hasil kerja keras dari warga petani hingga kaum cendekia nya, sudah membuktikan bahwasanya tidaklah harus religious untuk mencapai kemajuan.
Ini tentu membingungkan kita yang rajin ke gereja dan rajin berdoa.
Apa yang menjadi dasar negara?
Selagi banyak negara merumuskan dasar pendiriannya atau menjadikan agama sebagai landasan bernegara, lalu apa yang menjadi dasar negara Tiongkok?
Dasar pendirian negara masa kini adalah pengalaman jatuh bangun ber-negara selama ribuan tahun. Catatan sejarah menjadi bagai kitab suci negara dan rakyat di Tiongkok.
Satu-satunya negara dengan sejarah dasar pendirian negara Republik Rakyat sekarang ini. Pemimpin negara kerap mengutip kejadian masa lampau sebagai pelajaran di dalam sambutan kenegaraan.
Itulah mengenai negara yang hanya dalam 5 dekade mengalami kemajuan kini menjadi satu diantara negara adi daya dunia. Selalu memperhatikan kehidupan rakyat, bahkan kepedesaan yang terpencil dibangunkan secara mengagumkan.
Tiongkok yang disebut atheis, namun memilih dunia yang damai, sementara negara lain yang mengaku sebagai ber-agama rajin memicu peperangan.