Keluarga terberai, akibat ulah papa.

Prilaku papa membuat kami kesulitan untuk mengingat hal baik dari papa. Saya tak mengerti mengapa mama tak bercerai dengan papa. Tidak mengerti mengapa mama, yang pernah minggat setelah bertengkar, kemudian kembali? Sedang saya, anaknya, pernah terlintas dalam pikiran untuk membunuh diri.

Kisah kehidupan keluarga, oleh Meii.
Kisah keluarga saya tuliskan untuk dimuat dalam website ini, dengan maksud berbagi, terutama kepada kaum laki-laki, agar tidak berprilaku seperti diperbuat papa saya.

Saya bungsu dari 5 bersaudara, 4 perempuan dan satu laki-laki dari keluarga bersahaja. Walau demikian saya merasa, keadaan masa kecil saya tidak berkekurangan, usaha per bengkelan papa cukup maju, sehingga kemudian keluarga kami mempunyai rumah sen diri yang memadai.

Saya tidak tahu, apakah kemajuan usaha papa juga merupakan awal kehancuran keluar ga ataukah karena sifat papa yang keras, diktator, semua kami di rumah harus mengiya kan segala yang dikatakan papa. Karena suatu hari, papa dan mama bertengkar, mama mengetahui bahwa papa dengan diam-diam berjudi.

Sejak hari itu, hampir setiap hari bertengkar. Saya yang masih duduk di kelas 4SD, belum mengerti apa yang di pertengkarkan, saya merasa takut dan tak dapat tidur, setiap kali pertengkaran terjadi. Tak hanya bertengkar mulut, tetapi juga phisik; kadang saling melempari ben da, atau mengancam dengan benda tajam. Kami, anak-anaknya, hanya menangis, mencoba sedapatnya untuk melerai.

Saya tidak merasa tenang bersekolah, memikirkan mama di rumah, kuatir kalau papa, yang kami kenal ringan tangan, menggunakan kekerasan phisik kepada mama, seperti yang diperbuat kepada anak-anaknya. Papa sering mendera; hanya karena terlambat pulang dari sekolah, saya dihajar dengan papan kayu besar. Bahkan pernah dengan kayu, yang ternyata berpaku, seperti dialami kakak, paku menancap di kaki kakak,  luka itu membekas sampai sekarang.
Untuk membaca selengkapnya, dipersilahkan me Log-In.