Feature Raut Wajah

Membaca Raut Wajah.

Pada umumnya orang dapat mengenali wajah, mengenali senyum yang tulus atau sinis dan sebagainya. Ada bagian dalam benak yang bekerja, menyatakan suatu wajah adalah ramah atau menakutkan, beritikad baik atau sebaliknya, walaupun apa yang dinyatakan itu belum tentu menunjukkan ketepatan.

Ketajaman menyimpulkan apa yang terlihat pada wajah berbeda seorang dari yang lain, seperti hal nya menyimpulkan cantik atau tidaknya wajah. Atau ada yang dapat memilih warna scarf di toko, sangat tepat dengan warna pakaian miliknya yang berada di rumah, tidak semua orang dapat melakukannya. Itulah pekerjaan dari sebagian benak.

Sejak lebih dari 4.000 tahun lalu (era kerajaan Kuning), di Tiongkok, wajah mendapat per hatian para tabib dalam men-diagnosa. Selain denyut nadi, lidah, postur, gerak tubuh, garis tapak tangan, juga wajah menyatakan mengenai keadaan kesehatan. Warna dan lekuk mata, pipi, kening, dagu, serta raut wajah, menyimpan informasi keadaan pasien, phisik dan mental.

Pembacaan wajah yang semula merupakan bagian pengetahuan ketabiban itu, dikem bangkan menjadi semacam falsafah, untuk menafsirkan sifat kepribadian. Kemudian, bentuk dan raut wajah diperkenalkan oleh dunia astrology untuk meramal akan masa depan dan perjalanan hidup seorang.
Bahkan awal abad 18, ada kalangan mulai menggolongkan ciri wajah yang berkecen derungan melakukan perbuatan kriminal.
Kini telah banyak perguruan tinggi dengan kurikulum mengenai pembacaan wajah.

Pemetakkan wajah.

Setiap wajah dibaca, menurut tiga bagian horisontal. Bagian teratas, mulai dahi sampai alis, bagian tengah dari alis hingga bawah hidung, bagian terbawah mulai bawah hidung sampai dagu. Sedangkan secara vertikal, terbagi tepat ditengah garis hidung, membagi wajah kiri dan kanan. Terdapatlah enam petak pada wajah untuk di analisis.

Bagian kiri wajah, petak 2, 4 dan 6, sebagai sisi Yang (sisi laki-laki). Bagian kanan wajah, petak 1, 3 dan 5, sebagai sisi Yin (sisi perempuan). Laki-laki dengan sisi wajah kanannya lebih membulat dari pada sisi kirinya, menandakannya sebagai mengasihi ibu atau isteri. Sedangkan, perempuan dengan sisi wajah kiri lebih membulat dari pada sisi kanan, men dahulukan kepentingan suami atau ayahnya. Ternyata bila diperhatikan, hampir tidak ada wajah berbentuk sangat simetris.

Bidang dahi yang lebar, petak 1 dan 2, menunjukkan masa kecil yang baik. Nutrisi yang tercukupi dalam masa pertumbuhan menjadikan seorang cerdas, cara berpikir praktis. Namun bidang dahi yang terlalu lebar menandakannya pemimpi, dengan ambisi sangat besar.

Bagian tengah wajah, petak 3 dan 4, adalah pembacaan masa produktif. Mata menunjuk kan energy dan semangat, keadaan phisik dan mental, menyatakan apa yang ada dalam pikiran. Jarak diantara mata yang relatif berjauhan menandakan kesantaian, jarak mata yang berdekatan pertanda ke-serious-an menghadapi persoalan. Letak mata dikatakan ideal apabila berjarak selebar mata itu sendiri, seolah mata yang ketiga dapat tepat ber ada diantara kedua mata.

Batang hidung yang lurus pertanda pengharapan besar akan kemajuan karir yang baik dan pesat. Hidung yang besar menunjukkan kesehatan menggembirakan, sedang ujung hidung bangir biasanya dikatakan sebagai mendatangkan kemakmuran.

Daun telinga yang tampak menyandar pada kepala, adalah pertanda bahwa hidup yang dijalani berdekatan dengan sanak keluarga, begitupun sebaliknya, daun telinga melebar menjauh dari kepala menunjukkan kecenderungan untuk hidup berkelana.

Ada pendapat bahwa bagian bawah wajah, petak 5 dan 6, adalah pembacaan masa tua, bahwa bagian yang panjang menandakan akan usia panjang dengan masa tua yang baik. Dagu berbelah menandakan ketiadaan pandang akan keadilan. Bibir tipis pertanda suka berdebat, kritis dan judes; bentuk bibir proporsional biasanya menandai orang bertutur lembut dan ramah dalam berkata-kata.

Bentuk wajah dan lima unsur.

Dari berbagai bentuk wajah, diantaranya adalah yang relatif segi-tiga. Wajah lebar pada bagian dahi dan meruncing pada bagian dagu, profil sebuah pohon; wajah bersimbolkan unsur kayu. Orang dengan wajah unsur kayu dikenal sebagai murah hati.  Pandai dalam bidang yang dikuasainya, selain juga inovatif. Mereka jarang bepergian, hari-harinya di pergunakan untuk menambah pengetahuan.

Sebaliknya ada bentuk wajah relatif segi-tiga, relatif runcing pada bagian dahi, melebar pada bagian rahang bawah, bentuk mewakilkan unsur api. Orang dengan bentuk wajah ini mementingkan hal bersifat lahiriah berkecenderungan agresif, tangkas, pengemuka yang baik, namun memerlukan dukungan untuk menjadikannya tampil, bagai api yang memerlukan bahan bakar.

Wajah hampir persegi melambangkan unsur tanah. Mereka orang ber profil rendah hati, down to earth. Dapat dipercaya dan handal, berpenampilan tenang, tidak mudah terpe ngaruh. Karena itulah, pandangan mereka berkesan kolot. Untuk merubah pendiriannya diperlukan kejadian yang mampu menggoncang perasaannya. Bagai bumi (tanah) yang baru akan berubah setelah dilanda gempa.

Wajah bulat telur, pertanda kepeloporan yang menonjol, mewakili simbol unsur logam. Mereka umumnya adalah pengambil keputusan yang baik, pandai merancang. Mereka penghasil idea yang cemerlang menerobos kebuntuan atas permasalahan, walaupun di antara idea nya ada yang sulit diterima akal. Mereka mematuhi peraturan, berani mem perjuangkan penegakkan kebenaran dan keadilan.

Unsur air diwakilkan oleh orang berwajah bundar. Mereka yang dinamis, pandai menye suaikan diri, bagai air menyesuaikan diri dengan wadah dimana berada. Sekilas berkesan lamban, tampak sulit dalam mengambil keputusan atau menetapkan pilihan, namun se benarnya mereka berpikiran praktis dan penggarap bisnis yang cerdik; air yang tenang menghanyutkan.

Andeng-andeng (tahi lalat) dan barutan.

Persoalan mengenai andeng-andeng bergantung kepada letaknya, dibagian dari wajah. Bagian yang menambah kebaikan, pemanis wajah, seperti pada pipi sedikit diatas sudut bibir. Tetapi pada bagian lain sebaiknya tidak ada andeng-andeng.

Andeng-andeng sepanjang garis vertikal ditengah wajah dikatakan sebagai merugikan. Posisi tepat andeng-andeng diujung hidung mengkuatirkan bahwa yang bersangkutan tiada akan pernah menikmati hasil jerih payahnya. Andeng-andeng pada posisi merugi kan disarankan untuk dihilangkan.

Barutan, bekas luka, dimana pun berada pada bagian wajah selalu dilihat sebagai tidak menguntungkan. Oleh karenanya baik dihilangkan, diantaranya adalah dengan operasi plastik. Tetapi mengenai manfaat operasi plastik, diantara para pakar sendiri terdapat perselisihan pendapat.

Ada yang berpendapat bahwa apapun yang terdapat pada wajah sejak lahir, adalah per tanda bukan penyebab. Bahwa perubahan apapun dilakukan pada wajah, tiada berarti akan merubah jalan hidup yang telah digariskan. Sementara pendapat lain menyatakan bahwa apa yang terdapat pada wajah, itulah mengarahkan respond orang lain terhadap yang bersangkutan, dengan merubah wajah akan didapat respond yang berbeda.

Mungkin pendapat pertama yang benar, mungkin pula pendapat kedua benar. Mungkin, kedua pendapat mempunyai kebenaran masing-masing. Atau mungkin kedua pendapat itu salah. Mengenai mana yang benar, berpulang kepada penilaian kita masing-masing.

Ataukah ada pembaca dengan pendapat yang mendukung satu diantara keduanya?

Share thisShare on Facebook187Tweet about this on Twitter0Share on Google+1Share on LinkedIn1

comments